Ketika aku bersedia menunggu orang yang aku sayangi dalam jangka waktu yang lama dan dalam kesendirian kenapa begitu mudahnya dia meninggalkanku untuk pergi bersama teman-temannya!?.
Aku tau dia memiliki hak untuk bebas menentukan hidup dan keinginannya, tapi apakah tidak pernah terlintas di benaknya bahwa ada emosi yang menggebu di dalam hatiku!? emosi tentang sesuatu yang aku pikir bisa aku dapatkan setelah aku menunggunya!? aku pikir ini semua tidak adil! Teman-temannya yang hanya ada saat dia tersenyum justru mendapatkan seluruh waktu yang dia miliki sedangkan aku yang ada saat dia sendiri, terluka, terjatuh, dan terpuruk hingga dia kembali bangkit hanya mendapatkan sebuah emosi yang begitu melekat di hati. Adilkah semua ini!? Setimpalkah apa yang ku dapatkan dengan yang ku lakukan!?.
Astagfirulooh, ya Allah ajari aku caranya menahan emosiku ajari aku untuk slalu menjadi manusia yang ikhlas. Aku tau takan ada derita yang Engaku ciptakan tanpa bahagia yang menyertainya, takan ada tangis tanpa senyum sesudahnya. Ajari aku menjadi manusia yang lengkap hatinya, yang mampu memaafkan dan mampu mengikhlaskan rasa sakit yang aku rasakan. Amin..
Rabu, 23 Juli 2014
Selasa, 22 Juli 2014
Janji
Janji adalah sebuah kalimat yang semestinya harus di tepati, kadang janji di buat dalam keadaan yang sangat di inginkan atau bahkan dalam keadaan yang sangat tertekan. Janji yang sering kali di ucapkan memang sepatutnya harus di lakukan dan di jalakan, karna janji yaitu sebuah amanat yang kita ucapkan sediri baik dengan paksaan atau tanpa paksaan.
Sebuah janji yang diingkari pasti akan menimbulkan kekecewaan yang amat mendalam bagi seseorang yang menerima janji tersebut. Janji tidak seharusnya disalah gunakan dalam kehidupan kita oleh sebab itu jangan sampai mengatakan sesuatu yang tidak sanggup engkau lakukaan apalagi dengan menyebutnya sebuah "JANJI" .
Minggu, 20 Juli 2014
Tuhan, aku tau setiap umatmu Kau lahirkan dengan kesempurnaan yang tidak lengkap. Ajarkan aku untuk tetap bersyukur dalam keadaan apapun.
Saat aku melihat bayangan diriku di depan sebidang cermin, aku tak pernah mengeluhkannya bahkan aku sanggup bersyukur dengan mudahnya. Tapi suatu ketika saat aku harus bekerja dan aku masuk dalam tahap pengecekan kesehatan ada satu bagian dari tubuhku yang di sebut "sakit" sehingga aku tidak dapat lolos pada tahap selanjutnya. Tepatnya mata kananku bernilai minus dua. Sebuah penyesalan seketika itu datang memelukku "Tuhan, kenapa tak ku ingat wajah Ibukku saat dulu aku selalu mengabaikan kata-katanya saat dia menyuruhku untuk tidak melihat telpon genggamku setiap malam bahkan setiap jam dan saat aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan bola mata kananku berubah menjadi kemerahan". Sampai saat inipun aku masih mengkhawatirkan keadaanku, tepatnya mata kananku, walau tubuhku dalam keadaan yang amat sehat.
Hingga suatu ketika aku melihat suatu acara di sebuah stasiun tv, ada yg membuat hatiku bergetar seorang anak kecil dengan cacat mata dari lahir ternyata mampu membaca Al-Quran dengan indahnya, dengan penglihatan yang sangat terbatas dan bahkan anak kecil itu tidak pernah melihat dunia sejak dia di lahirkan. "Oh Tuhan, betapa agung kuasa-Mu, betapa dahsyatnya ciptaan-Mu".
Dan sejak saat itu aku mengerti dan semakin paham bahwa Allah, Tuhanku tidak pernah membeda-bedakan umat-Nya, Ia mampu membagi-bagikan dengan begitu adilnya nasib dan takdir setiap umat-Nya. Trimakasih ya Allah, Engkaulah zat yang mengatur segala urusan di muka bumi ini.
Saat aku melihat bayangan diriku di depan sebidang cermin, aku tak pernah mengeluhkannya bahkan aku sanggup bersyukur dengan mudahnya. Tapi suatu ketika saat aku harus bekerja dan aku masuk dalam tahap pengecekan kesehatan ada satu bagian dari tubuhku yang di sebut "sakit" sehingga aku tidak dapat lolos pada tahap selanjutnya. Tepatnya mata kananku bernilai minus dua. Sebuah penyesalan seketika itu datang memelukku "Tuhan, kenapa tak ku ingat wajah Ibukku saat dulu aku selalu mengabaikan kata-katanya saat dia menyuruhku untuk tidak melihat telpon genggamku setiap malam bahkan setiap jam dan saat aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan bola mata kananku berubah menjadi kemerahan". Sampai saat inipun aku masih mengkhawatirkan keadaanku, tepatnya mata kananku, walau tubuhku dalam keadaan yang amat sehat.
Hingga suatu ketika aku melihat suatu acara di sebuah stasiun tv, ada yg membuat hatiku bergetar seorang anak kecil dengan cacat mata dari lahir ternyata mampu membaca Al-Quran dengan indahnya, dengan penglihatan yang sangat terbatas dan bahkan anak kecil itu tidak pernah melihat dunia sejak dia di lahirkan. "Oh Tuhan, betapa agung kuasa-Mu, betapa dahsyatnya ciptaan-Mu".
Dan sejak saat itu aku mengerti dan semakin paham bahwa Allah, Tuhanku tidak pernah membeda-bedakan umat-Nya, Ia mampu membagi-bagikan dengan begitu adilnya nasib dan takdir setiap umat-Nya. Trimakasih ya Allah, Engkaulah zat yang mengatur segala urusan di muka bumi ini.
Rabu, 16 Juli 2014
Hubungan
Setiap makhluk hidup diantara laki-laki dan perempuan pasti akan mempunyai suatu hubungan, ya entah itu resmi ataupun tidak resmi. Tentu itu semua memiliki alasan yg belum pasti. Layaknya sebuah rumah tempat satu sama lain kembali. Tapi jika salah seorang di antara mereka berkhianat pasti rumah tersebut akan hancur dan masing-masing di antara mereka akan mencari rumah untuk mereka kembali tentu saja rumah yang baru. Namun jika kesetiaan di antara keduanya begitu kekal pasti tidak akan ada rumah rumah yang baru. Maka dari itu kekalkanlah suatu hubungan yang telah anda miliki agar rumah yang anda tempati akan selalu terasa nyaman dan damai.
Langganan:
Postingan (Atom)