Tuhan, aku tau setiap umatmu Kau lahirkan dengan kesempurnaan yang tidak lengkap. Ajarkan aku untuk tetap bersyukur dalam keadaan apapun.
Saat aku melihat bayangan diriku di depan sebidang cermin, aku tak pernah mengeluhkannya bahkan aku sanggup bersyukur dengan mudahnya. Tapi suatu ketika saat aku harus bekerja dan aku masuk dalam tahap pengecekan kesehatan ada satu bagian dari tubuhku yang di sebut "sakit" sehingga aku tidak dapat lolos pada tahap selanjutnya. Tepatnya mata kananku bernilai minus dua. Sebuah penyesalan seketika itu datang memelukku "Tuhan, kenapa tak ku ingat wajah Ibukku saat dulu aku selalu mengabaikan kata-katanya saat dia menyuruhku untuk tidak melihat telpon genggamku setiap malam bahkan setiap jam dan saat aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan bola mata kananku berubah menjadi kemerahan". Sampai saat inipun aku masih mengkhawatirkan keadaanku, tepatnya mata kananku, walau tubuhku dalam keadaan yang amat sehat.
Hingga suatu ketika aku melihat suatu acara di sebuah stasiun tv, ada yg membuat hatiku bergetar seorang anak kecil dengan cacat mata dari lahir ternyata mampu membaca Al-Quran dengan indahnya, dengan penglihatan yang sangat terbatas dan bahkan anak kecil itu tidak pernah melihat dunia sejak dia di lahirkan. "Oh Tuhan, betapa agung kuasa-Mu, betapa dahsyatnya ciptaan-Mu".
Dan sejak saat itu aku mengerti dan semakin paham bahwa Allah, Tuhanku tidak pernah membeda-bedakan umat-Nya, Ia mampu membagi-bagikan dengan begitu adilnya nasib dan takdir setiap umat-Nya. Trimakasih ya Allah, Engkaulah zat yang mengatur segala urusan di muka bumi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar